Saturday, March 18, 2006

Apalah arti sebuah nama?

Well, begitu katanya Shakespeare. Tapi, who the hell he is gitu lo, mengatakan itu. Hehehe. Soalnya, setelah ak mikir2, ternyata sebuah nama bukanlah perkara main-main. Ngga usah jauh-jauh ngebahas the politics of naming yang sering dipakai kalo kita menganalisis masalah2 yang sangat subjektif kayak terorisme, tetapi kita bisa mulai dari nama kita sendiri.

Dyah Widiastuti

Itu nama lengkap wie.

Waktu masih kecil, dan lagi senengnya pergi TPA, baca kisah-kisah sahabat nabi, dan denger dongeng Bapak tentang kemuliaan nabi-nabi Allah, wie sering komplain sama ortu. Kenapa sih namaku ga ada bau islam-islamnya (anak kecil mengidentikkan arab dengan islam-red)? Kenapa sih namaku kok jawa bangget? Nggak kosmopolitan bgt sih! (emang anak kecil udah tau cosmopolitan?) Jelek ah, Pak! Hehehe. Begityu…

Wajar sih, mungkin, karena simbah putri dan ibu wie yang notabene lahir lebih dulu aja punya nama2 yang lumayan kosmopolit dan menginternasional. Mbah Putri wie bernama Kamilah, ngga jauh-jauh gitu lo dari Camilla (parker bowles) or (tasya) Kamila. Hehe. Sementara nama ibu Fatimah, nama putri nabi yang kemudian dibawa oleh kaum penakluk Moor ke Andalusia, eropa, dan akhirnya seluruh dunia (footnote: liat ‘the alchemist’, by Paulo Coelho).

Waktu SMP dan SMU, lagi-lagi, dengan bete wie bertanya, kenapa si namaku cewek bgt? Kesannya ngga keren amat. Ngga sesuai sama kepribadianku bangget gitu loh!!! Kok namaku hindu bangget? Kok sok ningrat bangget? Begitu seterusnya…

Nah, sampai kemudian ak ikutan kul gender dan politik, yang membuatku bersyukur dan bangga jadi perempuan, dan juga ketemu temen2 dari berbagai negara, yang bilang bahwa namaku bagus dan mereka pengen tau artinya.

Dyah: perempuan

Widi: Sang Maha Agung

Astuti: berbakti

So, it means: perempuan yang berbakti kepada Sang Maha Agung.

Wuih, ternyata doa Bapak dan Ibu ku keren bangget yah. Hehehe. Arti namaku ternyata (menurutku) jauh lebih dalem dari sekedar nama-nama lain yang dulu kuanggap keren. (ga usah disebut, nanti tersinggung, hehehe)

Perempuan yang berbakti kepada Tuhan.

whatta inspiring meaning yah…karena berbakti kepada Tuhan menurtku punya arti yg luas bangget.

Dan ak baru ngerasa namaku semakin keren karena menggunakan kosakata jawa, instead of arab, ato inggris, ato bahasa apapun, karena emang aku adalah orang jawa. Jadi ceritanya, namaku tetap punya sisi religius yang kental namun tetap tidak kehilangan ke-jawaannya. Huehehehe. Kan lebih keren…

Terkahir, ak ketemu sama teman dari Bali, yang bilang bahwa ‘widi’, meskipun memang diartikan sebagai ‘Tuhan’ ternyata akar katanya bermakna ‘ilmu pengetahuan’. Wah, tampah keren dong arti namaku!!

Ilmu pengetahuan…hmm…nice thing. Sehingga kemudian aku akan mengartikan Dyah Widiastuti sebagai doa Bapak dan Ibu supaya aku jadi seorang ‘perempuan yang berbakti kepada Tuhan melalui ilmu pengetahuan’. Whuahahahha..keren yah!!!

bagaimana dengan nama teman-teman? Pasti doa Bapak-Ibu kalian enggak kalah keren dong!^_^ jadi kalo buat urusan doa begini, kata2 shakespeare tadi NOTHING! hehehehe

Nah, sekarang, tinggal gimana saya bisa berusaha mewujudkan doa dan harapan Bapak-Ibu saya itu!!!

So, wanna help me untuk mwujudkannya?? Everyone’s invited!!