Sunday, February 08, 2009

Puisi Lebay Seorang Arai

Puisi untuk satu-satunya cinta dalam hidupku:
..............................................
Rampas jiwaku!
Curi masa depanku!
Jarah harga diriku!
Rampok semua milikku!
Sita!
Sita semuanya!
Mengapa kau masih tak mau mencintaiku?!

---------------------------------------------

Puisi lebay di atas dikisahkan dibacakan oleh Arai, sepupu Ikal, dalam buku ketiga tetralogi Laskar Pelangi yang berjudul "Edensor" (halaman 94).

Agak norak, terlalu lugas untuk sebuah puisi, jadinya kurang nyeni.
Tapi jujur sekali.

Apakah menurutmu puisi ini hanya berhak ditulis oleh seorang laki-laki?
Apa yang dunia katakan jika Arai seorang perempuan?

2 comments:

  1. Sekarang q bertanya balik pd Mbakny:
    jikalau ap yg dirampas, dijarah, dirampok, disita adalah SDA bangsa Indonesa.... kok "mereka" tetap memandang Ind sebelah mata? mungkinkah Ind sdh tak berharga lagi n ga berprospek ke depan?

    ReplyDelete
  2. butuh waktu lama mencerna pertanyaan ini. hehehe. aku pancen lemot. tapi to be honest, pertanyaan ini mengingatkan saya pada nasihat Alm. Pak Sugiono, dosen Politik dan Pemerintahan Amerika Serikat, Ilmu Hubungan Internasional, UGM. Beliau mengatakan bahwa untuk urusan hubungan internasional, para aktornya cenderung bertindak dengan jiwa seorang realis (struggle for power, national interest, zero sum, dan segala hal yang berbau ajaran Hans Morgenthau's Politics Among Nations lah..), tapi untuk urusan hati mosok yo mau realis? hihihi. Jadi konteks puisi ini adalah hubungan interpersonal (partnership, common interest, positive sum, dst). Jadi, intine opo yo? hihihihi. kok aku dadi bingung dewe.

    ReplyDelete