Wednesday, July 29, 2009

butterfly



nice sensation.
confusing conclusion.

dear God, please tell me what to do.
dear butterfly, please kindly let me know.

-------------------------------------------------------------------------------------
From Wikipedia - butterflies in the stomach

Butterflies in the stomach is a medical condition characterized by the physical sensation of a "fluttery" feeling in the stomach. This sensation can be a physical sensation related to the body's fight or flight response or it can be an ineffable experience related to the psychology of true love or nervousness.

Some believe that this is caused by the release of epinephrine (adrenaline) when one is nervous, pulling blood away from the stomach and sending it to the muscles. This reduced blood flow, in turn, causes the stomach to temporarily shut down, and possibly the reason for reduced appetite during love sickness.
Butterflies in the stomach is most often experienced prior to important events, related to nervousness and can be experienced in situations of impending danger.

Thursday, July 23, 2009

I want to be the girl in this song (despite the specific fashion item described)

Entah kenapa tiba-tiba pengen pasang status ini di facebook...hehe, dan supaya tidak heboh, aku post skelian the complete lyrics so that you'll understand how cool this girl is. :D

Buat yang belum pernah denger lagu ini, buruan google dan download ya...hehe, keren kok. :)

Enjoy!!

Short Skirt / Long Jacket

(Cake/Comfort Eagle)

I want a girl with a mind like a diamond
I want a girl who knows what's best
I want a girl with shoes that cut
And eyes that burn like cigarettes

I want a girl with the right allocations
Who's fast and thorough
And sharp as a tack
She's playing with her jewelry
She's putting up her hair
She's touring the facility
And picking up slack

I want a girl with a short skirt and a lonnnng jacket......

I want a girl who gets up early
I want a girl who stays up late
I want a girl with uninterrupted prosperity
Who used a machedy to cut through red tape

With fingernails that shine like justice
And a voice that is dark like tinted glass

She is fast and thorough
And sharp as a tack
She's touring the facility
And picking up slack

I want a girl with a short skirt and a lonnnnng.... lonnng jacket

I want a girl with a smooth liquidation
I want a girl with good dividends
And at the city bank we will meet accidentally
We'll start to talk when she borrows my pen

She wants a car with a cupholder arm rest
She wants a car that will get her there
She's changing her name from Kitty to Karen
She's trading her MG for a white Chrystler Laberan

I want a girl with a short skirt and a lonnnnggggggggg jacket

Friday, July 10, 2009

Treasuring Every Second in Jogja...:)

Here are what i treasure, during my two days home:

1. bercengkerama dengan 3 orang teman seperjuangan yang bersama-sama datang dari jakarta, sambil menunggu si thole menjemput.
2. sarapan gudeg bersama si adikecilucu, di tikungan terminal condongcatur. Pilihan tempat yang spontan, sangat sederhana, tapi rasanya ngga kalah mak nyuss dibanding resto gudeg ternama. :)
3. menatap kembali graha sabha pramana, dengan latar belakang sang merapi (it has always been my fave scene!!)
4. mencium tangan ibu dan bapak, yang pertama setelah 4 purnama.
5. berjingkat-jingkat menyentuh dinginnya air cangkringan dan akhirnya memutuskan untuk memakai air yang dipanaskan dengan tungku penuh kayu bakar.
6. beramah-tamah dan menyapa para tetangga, dengan bahasa Jawa yang tertata, the most sophisticated and graceful language can be spoken by my super-ungraceful tongue. :)
7. merajai kembali jalanan desa dengan tarikan gas dan injakan rem sang sahabat setia (feel the breeze, taste the freedom!)hohohoho.
8. menyaksikan Bapak yang menjalankan tugasnya sebagai ketua KPPS meskipun sedang sakit gigi, gara2 kejamnya udara Cangkringan belakangan ini. hehehe. Bapak, i am proud of you! *hiks, terharu deh*
9. mengamati para simbah, pakdhe, mbokdhe, pak lik, bu lik, mas, mbak, yang antri dengan tertib di TPS, menggunakan hak pilih mereka, memilih satu di antara tiga *i was wondering...what's on their mind?*
10.menyadari bahwa ternyata pilihanku berbeda dengan semua anggota keluarga, dan bahwa tidak ada lagi yang berusaha saling mempengaruhi. hehehe. keren kan?
11. menyenderkan diri di pangkuan ibu, as i always do *literally, hehehe*
12.memetik sebutir buah kersen/talok matang yang tersisa, langsung dari pohonnya, yang tumbuh di depan rumahnya di tepi sawah. :)
13. menemukan kembali alasan kenapa aku selalu lebih suka tempe yang dibungkus daun pisang daripada dibungkus plastik. :)
14. srawung, di manapun Anda berada, hehehe.
15. mencium wanginya minyak telon si keponakan bandel tercinta :D
16. membuat ibu dan bapak tertawa, no matter what...;)
17. berpamitan, mengucapkan salam, melambaikan tangan, kepada ibu dan bapak, sambil berkata (dalam hati) bahwa aku akan baik-baik saja dan akan berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsa. hyahahaha *beberapa kata terakhir lebay*

My home. It is the place where the sun shines brightly, where the blue sky smiles comfortingly, where the air is clean and free, where the green-green grass and canopy embrace me warmly, where the people smiles sincerely....

Terima kasih untuk semua yang berkontribusi untuk 17 butir harta ini...:)

Alhamdulillah. :)

Friday, July 03, 2009

Sepuluh Tahun Menanti Faisal Basri

Hehehe...

Judulnya heboh kan? Sengaja donks!! *i am the queen of lebay-ness, hahahaha*

Sepuluh tahun yang lalu, ketika aku masih ber-rok abu-abu, aku telah memendam pertanyaan itu. Pertanyaan yang sangat penting bagiku, namun aku tak tahu bagaimana menyampaikannya kepada orang yang tahu.

Aku masih ingat, aku menulis surat, dan dimuat. Mungkin dibaca oleh ratusan atau mungkin ribuan pembaca. Tetapi aku tak mengajukan pertanyaan itu di sana. Aku hanya menyayangkan dan mengungkapkan kekecewaan saja.

Hari ini, kelasku kedatangan Pak Faisal Basri. Sudah kupersiapkan diri untuk mengajukan pertanyaan *yang tidak relevan dengan seisi kelas* di akhir sesi.Hehehe.

Beliau tidak keberatan, dan beliau menjelaskan. Oooh...ternyata itu ya alasannya...memang kenyataan yang menyedihkan. Dan kini tinggal kita tunggu akhir kisahnya...

Sebuah ironi yang menyedihkan, jika mengingat kelahirannya yang begitu cemerlang dan gemilang. Mungkin memang sudah demikian kisahnya digariskan.

Anyway, tiga sesi tadi cukup menginspirasi dan membuat berpikir kembali. Meskipun jadi tambah pusing dan bingung lagi. :)

Tapi tetap saja, sesi berakhir dengan berkesan karena ditutup dengan foto bersama dan tanda tangan. hehehe, dan mungkin...sedikit norak dan kampungan?

Terima kasih untuk semua yang membantu pertanyaan sepuluh tahun itu menemukan jawabannya hari ini. :)

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, kesempatan seperti ini akan ada. Hehehe.