Friday, November 13, 2009

Puisi Sepuluh November

Pertama kali mengenal puisi ini zaman masih SD,dari buku teks bahasa Indonesia milik kakak. Membekas di hati hingga kini.

Satu pertanyaan yang belum terjawab: bagaimana intonasi yang tepat untuk kata "sayang"? Apakah seperti kata "dear" atau "honey"? Atau "what a shame" atau "too bad"?

Adakah yang bisa menjawab?



Pahlawan Tak Dikenal

(Toto Sudarto Bachtiar)




Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda

(1955)

Siasat,
Th IX, No. 442
1955

No comments:

Post a Comment