Sunday, January 10, 2010

Sang Pemimpi

Kali ini bukan mau mereview film atau buku dengan judul di atas, hanya mau berbagi cerita mengenai mimpi-mimpi unik saya beberapa hari lalu, yang dalam hal ini literally means dreams, an amazing movie starring ourselves during our sleeps.

Saya termasuk orang yang gampang bermimpi. Bahkan saat jatuh tertidur beberapa detik di ruang rapat (oops...ampun...), di atas motor (gawat, hampir pernah nabrak grobak tukang bikin duplikat kunci di jalan kaliurang), atau di kelas (ehehehe, makanya saya suka duduk di belakang teman-teman yang berbadan besar atau sekalian paling depan biar tidak berani ketiduran), atau di meja makan (ngga sopan banget), saya bisa saja bermimpi. :)

Mimpi saya hari kamis lalu cukup unik. Ada dua mimpi. Mimpi pertama, saya disuruh untuk mencuci bendera merah putih ukuran standar. Instruksi yang entah-datang-dari-siapa-saya-tiada-ingat itu berbunyi: "wie, cuci benderanya, bagian putihnya sudah bluwek. Hari senin harus siap dipakai upacara ya." Duh...sungguh mimpi yang sangat nasionalis, hehehe, tiba-tiba mengingatkan saya kepada Ibuk dan Bapak di dusun, yang seumur hidup saya saksikan belum pernah memiliki, membeli atau menyimpan bendera merah putih di rumah kami. *yah, namanya juga orang dusun, dan Bapak dan Ibuk saya memang bukan termasuk golongan PNS yang suka beryel-yel "NKRI" harga mati atau "Pancasila laa roiba fiih.." alias "Pancasila, tiada keraguan di dalamnya", hehehe*

Saya tidak ingat ending mimpi tersebut...namun mimpi tersebut cukup membekas, dan membuat saya teringat kepada Bung Hatta, Bung Karno dan Bung Sjahrir. *Weleh...mulai lebay deh...* yang mungkin akan meminta merah-putih "philosophically" dicuci bersih dengan deterjen bermerk sincerity dan integritas oleh orang-orang yang mau peduli. *halah, opo meneh ikiy...*


Mimpi kedua, oh, i really love it! Manchester United datang ke dusunku di pelosok Cangkringan, Sleman, Yogyakarta! Uhuy...:p Which Man U? That Man U yang membekas di hatiku, ketika masih 13-15 year-old teenager yang bisa panas dingin dan mual-mual ngga jelas setiap kali (waktu itu) SCTV Ngetop menyiarkan Eric Cantona, Peter Schmeichel, dan Ryan Giggs berlaga di "Liga Utama Inggris". Sungguh sensasi yang luar biasa dan secara aneh bin ajaib habit MU menjadi juara menginspirasi saya untuk berbuat yang terbaik di setiap catur wulan di bangku sekolah. *ear-to-ear grin, ehehe* *opoo meneh iki..., benar-benar jaka sembung narik ojek*

OK, back to mimpi. Di sini, saya butuh waktu recognizing Eric Cantona, yah, secara beliau sudah jarang kan muncul di tipi. Tapi butuh waktu sedetik untuk mengenali rambut pirang Schmeichel, dan saya pun langsung minta tanda tangan dengan norak dan hebohnya. Namun tampaknya saya melupakan Cantona...sehingga saya terpaksa heboh mengejar beliau ke bandara *tidak tampak seperti bandara di manapun, karena banyak yang berjualan Nihon teki na souvenir...aih whatta confusing setting*.

Ending kisah ini tidak lagi saya ingat. Hehehe.

Tapi itu tidak penting, hihihi. Well, saya cukup mensyukurinya sebagai bagian indah dari tidur saya. Lewat mimpi juga saya pernah merasakan dahsyatnya konser Red Hot Chili Peppers, band yang menginspirasi keberhasilan saya menembus UMPTN 2001 tanpa ikut bimbel. *wink-wink**huakakaka, lebay.com lagee*

Well, mimpi-mimpi hebat itu... biarlah menginspirasi untuk pemiliknya melakukan upaya-upaya realisasi. :) *saya teringat seorang sahabat yang bermimpi bertemu Bill Clinton di White House, dan beberapa tahun kemudian, sahabat ini benar-benar pergi ke US!*

Sekian catatan tidak penting ini. :D

No comments:

Post a Comment