Wednesday, December 25, 2013

The December Note

Bulan Desember hampir berakhir. Januari tiba sebentar lagi. For some reasons, to certain extent, January seems a bit unfriendly. Tapi postingan ini tidak akan membahas tentang Januari. Tidak dengan suasana hati yang seperti sekarang ini. :)

Banyak sekali yang terjadi sejak terakhir saya menuliskan postingan terakhir di sini. Tidak semuanya penting, tidak semuanya perlu dan bisa dibagi di sini. Ada beberapa draft yang sudah dituliskan judulnya, atau sekedar dibuat outlinenya. Entah saya super sibuk atau super malas sehingga akhirnya blog ini tidak diupdate sejak Agustus. Padahal saya pernah berjanji menulis 3 posting setiap bulan. :p #hestek #shameonme

Saya hanya ingin bercerita bahwa begitu banyak yang harus saya syukuri di 2013 ini. I will definitely count my blessings before January 1st, as in previous years. Tapi ada tiga hal yang terjadi bulan Desember ini yang mungkin terlihat kecil dan tidak berarti, namun entah kenapa ingin saya rekam di sini, untuk mengingatkan saya sendiri betapa Allah menyayangi saya. :)

1. Pada suatu malam, saya pernah meninggalkan tas ransel LPEM-FEUI saya (yang warnanya sudah pudar dan talinya sudah dijahit ulang :p) di luar rumah. Semalaman. Tanpa sengaja. Padahal tas ini berisi harta berharga yang bukan hanya milik saya. Tapi alhamdulillah ransel dan isinya selamat sampai pagi. Tidak terbayang apa yang akan terjadi jika ransel itu digondol orang. Saya tiada henti mengucap alhamdulillah dan berjanji untuk melakukan sesuatu yang serius untuk menghentikan kecerobohan diri. #hestek #yeahright T_T

2. Pada suatu pagi, saya pernah bangun dalam keadaan sedih sekali. Mungkin sudah lama sekali saya tak pernah sesedih ini. Tanpa diduga Allah mengirimkan dua orang kawan ke Taman Suropati, yang fit perfectly untuk memberikan dukungan dan wejangan mereka. Allah juga menyambungkan saya dengan seorang kawan lagi, yang melalui udara menyampaikan nasihatnya yang selalu masuk akal dan menguatkan hati. Hari itu saya berterimakasih sekali atas kebaikan Allah (dan 3 kawan itu).

3. Pada suatu siang, saya pernah tersandung semen yang belum sempurna dirapikan di tepi Stasiun Pasar Minggu. Kereta sudah memasuki mulut stasiun. Namun saya tidak jatuh dan terjungkal. Padahal sangat mungkin sekali itu terjadi. *saya memang dari kecil sangat takut kepada kereta api T_T* Tak henti-hentinya saya mengucap syukur masih bisa pulang ke rumah.

Jadi, itu yang ingin saya bagi malam ini, catatan kecil sekaligus #notetoself untuk menyambut Januari. Catatan yang saya harap akan selalu mengingatkan saya, there are more reasons to smile, to be grateful for, to move forward, and to be happy. Despite everything. :)




 *ps: my fave facebook account "Muslim Speakers" mengupload foto ini satu jam yang lalu. Coincidence? probably not. Bukankah tiada selembar daun pun yang jatuh tanpa sepengetahuan Nya? ;) 
*source: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=563918520357865&set=pb.349408568475529.-2207520000.1387990291.&type=3&theater